Imajinasi JK Rowling yang …. WOW

Sudah 10 tahun lebih berlalu sejak Harry Potter dibuat menjadi movie. Dan mungkin seperti fans lainnya, saya tidak terlalu care apakah ceritanya 100% sama dengan buku atau tidak. Yang saya perlukan adalah melihat visualisasi dari sebuah imajinasi tentang dunia sihir yang sangat menarik.

Yang lebih menarik lagi adalah bahwa imajinasi itu keluar dari seorang ibu rumah tangga, dimulai dengan coretan diatas kertas tissue, kemudian sang pengarang membuat sebuah alur imajinasi yang diterjemahkan menjadi 7 buah buku yang semakin lama semakin tebal.

Apa  yang anda rasakan ketika menonton film Harry Potter : Deathly Hallow part 1 dan part 2. Atau apa yang anda rasakan ketika membaca bukunya ? Adakah yang merasa seperti akan mengalami perpisahan dengan teman saat buku yang kita genggam semakin mendekati halaman akhir ?

Saya tidak malu untuk mengakui saya merasakan hal tersebut. Bahkan saya membaca epilog dari buku terakhir berkali-kali sambil membayangkan Harry dan teman-temannya mengantar anak mereka yang akan berangkat ke Hogwarts.Bahkan saat menonton filmnya, perasaan yang sama tetap muncul. Malah lebih dramatis lagi.

Pernahkah kita berpikir apa yang membuat hal tersebut bisa terjadi ? Sebuah imajinasi yang hebat, yang tidak hanya berputar di kepala Rowling, tetapi dengan berani dia kembangkan dan dia tuangkan dalam sebuah tulisan.

Kalau kita melihat buku Harry Potter, saya merasa takjub dengan alur cerita yang ada. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana cara Rowling membuat kisah kehidupan Harry bertaut dengan tokoh lain. Bagaimana Rowling menciptakan nama-nama tokoh yang sulit diucapkan ataupun semua spell/mantera yang digunakan. Seolah-olah kita melihat bahwa Rowling adalah seorang jenius.

Tapi kalau kita mengikuti kisah tentang bagaimana Rowling bisa menulis sebuah kisah Harry Potter yang spektakuler, kita baru mengerti bahwa semua itu terjadi karena kreatifitas dan imajinasi Rowling yang sangat WOW dalam merangkai kata atau memilih kata. Contohnya : spell untuk membuat wand/tongkat sihir menyala dan berfungsi sebagai senter adalah LUMOS. Dan kata tersebut memang berarti cahaya. Banyak juga spell yang diambil dari bahasa Inggris tapi dengan kreatifitas Rowling yang sangat mengagumkan, dia bisa bermain dengan kata-kata tersebut sehingga seolah-olah spell tersebut benar-benar memiliki daya magis.

Jadi, sebenarnya kisah sang anak berkacamata yang kita ikuti dari awal masuk Hogwarts sampai dia berhasil membunuh Lord Voldermort, adalah hasil dari sebuah lamunan, imajinasi seorang ibu. Diramu dengan kreatifitas yang sangat mengagumkan, jadilah Sebuan kisah menakjubkan tentang dunia sihir.

Pengalaman Rowling menunjukkan bahwa usia tidak pernah menjadi limitasi bagi seseorang untuk bisa terjun dalam dunia imajinasi yang dia inginkan. Justru dengan terus mengaktifkan otak kita untuk terus berimajinasi, kita melatih sisi kreatif kita. Lihat saja Rowling, dia bukan penulis, tapi hanya ibu rumah tangga biasa.

Jadi, para ibu, para perempuan Indonesia, jangan takut untuk berimajinasi, jangan takut untuk menjadi kreatif dan jangan takut untuk menuangkan ide dan pikiran kita dalam tulisan.

Be creative ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s