Count Your Blessings

Pasti teman-teman sering mendengar kalimat bahwa hidup ini hanya sekali, hidup ini harus dinikmati, uang tidak berarti kalau kita sakit, kesehatan adalah segalanya. Percayalah, teman-teman, semuanya itu 1000% benar.

Saya berterima kasih kepada Tuhan karena saya telah diberi kesempatan untuk melihat dan mengalami betapa hidup ini perlu disyukuri apa adanya walaupun itu mungkin bisa merenggut kesehatan dan kebugaran kita saat kita masih muda.

Saya bisa menulis daftar yang panjang tentang bagaimana orang-orang di sekitar saya bereaksi menghadapi hidup mereka yang suatu saat terganggu dengan masalah kesehatan.

Beberapa contoh adalah :
1. Teman baik saya yang tinggal di Jakarta, beberapa tahun lalu menderita sebuah penyakit yang hampir saja merenggut nyawanya. Tapi dengan keuletannya untuk berjuang melawan penyakitnya ditambah dengan imannya yang kuat bahwa Tuhan Maha Pengasih, sekarang dia sudah sehat dan bisa beraktifitas seperti biasa.
2. Suami saya, yang tahun lalu benar-benar kesakitan dan ternyata ada masalah dengan jantungnya, setelah menjalani proses yang panjang untuk penyembuhan, dan dengan kemauannya untuk berhenti merokok dan benar-benar menjaga makanannya, saat ini sudah sehat, walaupun harus sedikit mengurangi aktifitas fisik di kantor.
3. Ibu saya yang baru saja diberitahu dokter mengidap hipertensi, sempat panik dan stress karena merasa mengidap sebuah penyakit yang mengerikan. Tapi dengan kemauannya yang kuat untuk bisa sembuh, beliau mematuhi semua petunjuk dokter dan hasilnya saat ini tekanan darahnya terkontrol dengan baik.
4. Namun ayah saya, yang baru saja terjatuh dua bulan yang lalu, sehingga mengakibatkan tulang panggulnya patah, sampai saat ini masih belum bisa berjalan normal karena tekadnya untuk sembuh terhalang oleh keinginannya untuk diperhatikan sebagai orang yang kurang sehat.
5. Baru saja dua hari yang lalu, saya mengetahui teman baik saya yang tinggal di Jakarta juga, ternyata beberapa bulan lalu dinyatakan menderita sesuatu di jantungnya. Dia belum bercerita banyak, tapi dia sudah memberikan pernyataan bahwa sekarang saatnya dia harus menjalani hidup dengan senang karena dia tidak mau penyakitnya datang lagi.
6. Keponakan dari teman saya yang menderita kanker di kakinya, mungkin karena usianya yang masih remaja, tekadnya untuk bisa melawan penyakit terkadang naik terkadang turun. Namun saat tekadnya untuk sembuh sedang tinggi, ternyata Tuhan memanggil dia untuk kembali ke pangkuanNya.
7. Kemarin saya baru mendapat kabar bahwa mantan tetangga saya juga terkena stroke yang mengakibatkan bagian memorinya terganggu dan bicaranyapun agak terganggu. Tadi saya baru saja menengoknya, terlihat bahwa sang istri sedang berjuang juga untuk membantu dan mendukung suaminya karena sang suami terlihat depressed dengan kondisinya saat ini.
8. Beberapa tahun lalu, anak dari teman saya yang berusia masih sangat kecil terkenan leukemia. Sewaktu saya menjenguknya, sang anak terlihat sudah kelelahan dengan rasa sakitnya. Dan beberapa minggu kemudian, saya mendapat kabar bahwa dia sudah pergi.
9. Beberapa teman saya di lingkungan gereja, yang saya tahu tidak dalam kondisi sehat walafiat, tapi tetap bertekad untuk sembuh dan tetap aktif dalam pelayanan kepada sesama, membuat saya salut dengan kegigihan hidup mereka.
10. Bahkan anak-anak saya pun terlihat berjuang mengatasi penyakitnya saat mereka sakit, walaupun mereka masih memerlukan dukungan orang tuanya 100%.

Kalau ditulis satu per satu, tidak akan ada habisnya. Tapi ada beberapa poin penting dan esensial yang saya bisa ambil dari semuanya itu.

Bahwa tekad untuk bisa sembuh atau melawan sakit yang kita derita itu, harus ditumbuhkan dari awal. Bukan di tengah, bukan di akhir. Sama seperti orang yang ingin berhenti merokok atau minum minuman keras, tekad untuk bisa bangkit lagi baru bisa berkembang jika dimulai dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain. Jika anda tidak menyayangi diri sendiri, maka bertekadlah untuk sembuh demi orang-orang yang anda cintai, terutama keluarga.

Dan keluarga adalah pihak yang paling dekat yang bisa menjadi booster bagi kita untuk bisa bangkit dari sakit penyakit. Menjadi tidak berdaya memang merupakan cobaan yang berat, tapi jika semua dilalui bersama-sama, hand-in-hand dengan pasangan dan anak-anak, disertai dengan doa, maka saya selalu yakin semuanya akan bisa diatasi dengan baik.

Apa yang mau kita perbuat setelah kita berhasil melewati semuanya itu ? Bersyukurlah atas seluruh hidup yang sudah kita jalani, tanpa menilai apakah hidup itu dilalui dengan suka ataupun duka. Bersyukurlah bahwa ternyata Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk berada di dunia ini bersama-sama dengan keluarga tercinta. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah syukurilah rahmat tersebut dengan mengubah pola hidup menjadi pola hidup sehat dan bahagia.

Cobalah untuk memulai dan menutup hari dengan merenungkan betap banyak berkat yang kita dapatkan. Saya yakin setiap hari kita akan bangun dan beraktifitas dengan semangat dengan selalu berpikiran positif bahwa setiap detik yang ditambahkan dalam hidup kita adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s