INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 02 : Nonton Batman = Menjadi Orang Jahat ; Benarkah ???

Semalam saya menyempatkan diri untuk nonton sebuah film di bioskop, film yang menjadi kontroversial, karena selain menjadi box office, pada pemutaran perdananya telah menimbulkan peristiwa yang mengerikan di Colorado dimana seorang pemuda mengidentifikasikan dirinya sebagai The Joker, musuh Batman yang kejam dan sadis, dan melakukan penembakan brutal yang mengakibatkan banyak orang tewas dan terluka yang saat itu sudah ada di dalam studio untuk menonton.

Saya sangat berduka mendengar kabar tersebut, namun hal tersebut tidak membuat saya urung menonton, karena memang saya termasuk penonton setia film-film Batman. Dan saya semakin penasaran sebab bermunculan analisa mengapa film Batman bisa menginspirasi orang untuk berbuat hal yang menakutkan.

Selama 2.5 jam saya mencoba menikmati film tersebut dengan memperhatikan plot/jalan ceritanya. Saya memperhatikan bahwa memang tindakan sadis dan kejam banyak terlihat di sepanjang film, tapi menurut saya hal itu bukanlah sebuah propaganda kejahatan, melainkan sebuah cara kreatif dari sutradara untuk menunjukkan betapa dibutuhkannya Batman di Gotham City.

Apakah karena saya penggemar film Batman, lalu saya tergerak untuk bisa menjadi Batman ? Atau menjadi pencuri ulung berwajah cantik seperti Catwoman ? Atau menjadi wanita cantik tapi sadis seperti Miranda Tate ?

Saya senang menonton film-film Hollywood, bahkan saya juga penggemar setia Harry Potter dan The Twilight Saga. Tapi apakah kemudian saya bercita-cita ingin seperti vampire yang bisa meminum darah orang sampai orang tersebut mati ? Apakah saya kemudian meniadakan Tuhan karena menurut saya menjadi penyihir atau menjadi vampire atau menjadi Batman jauh lebih ‘cool’ ?

Mengapa saya mempertanyakan hal tersebut ? Karena saya suka mendengar atau membaca ulasan yang suka menghubungkan film-film fantasi seperti itu dengan sesuatu yang religius ataupun sebuah tindak kriminal.

Menurut saya, semuanya tergantung pada mindset kita saat akan menonton. Dalam hidup ini kita selalu punya pilihan. Dan saat kita ingin menonton film-film yang berimajinasi tinggi seperti itu, kita punya pilihan yaitu : nonton dengan mindset bahwa saya ingin menikmati imajinasi dan kreatifitas yang menakjubkan dari para sineas atau nonton dengan mindset bahwa saya ingin mencari kekurangan atau kesalahan dari film tersebut. Kalau saya pribadi, saya lebih memilih pilihan nomor 1. Sayang dong, kita sudah beli tiket hanya untuk memikirkan kira-kira saya mau mencela film tersebut bagaimana.

Coba kita lihat bersama, apakah ada pahlawan seperti Batman saat ini dengan baju besinya dan kendaraannya yang hebat ? Ya tidak ada, wong itu kan imajinasi yang dituangkan dalam bentuk komik pada awalnya. Apakah saat ini ada sekolah yang khusus berisi penyihir atau ada keluarga vampire yang diam di tengah-tengah kita ? Walaupun saya penggemar Batman/Harry Potter/Twilight Saga, tapi kalau suatu hari saya berjumpa dengan seorang laki-laki berkostum Batman di malam hari atau bertemu anak kecil yang bisa menyihir atau bertemu keluarga vampire menjadi tetangga saya, saya juga pasti akan takut.

Tapi saat kita melihat film-film tersebut, jangan mencoba menganalisa dengan logika. Ikuti dan nikmati saja filmnya dengan berlandaskan pada pemikiran bahwa semuanya hanyalah fantasi dan imajinasi dari sang penulis cerita.

Tapi mengapa ada orang-orang yang bisa begitu terobsesi dengan film-film Hollywood bahkan berani melakukan hal-hal yang mengerikan karena mereka mengidentifikasi dirinya dengan salah satu karakter yang ada ?

Yuk, kita coba gabungkan semuanya. Dalam era globalisasi saat ini, di saat kita menerima hal-hal yang baru, cobalah membuka pikiran kita. Jangan terlalu membatasi pikiran dengan berbagai larangan yang kita buat sendiri. Namun kita harus selalu ingat bahwa kita punya Tuhan yang menjadi pagar bagi kita untuk bisa melihat dan memilah mana yang baik dan tidak baik, tetapi film Hollywood tidak akan menunjukkan bahwa Batman beragama, atau Harry Potter beragama atau vampire punya agama, karena mereka hanya akan mempertimbangkan segi komersialnya dan bukan segi religiusnya. Semua film fantasi akan berbeda artinya bagi kita tergantung dari mindset kita saat menonton.

Jika kita membawa mindset bahwa kita ingin menikmati kreatifitas mereka, maka saya yakin kita akan pulang dengan puas malahan mungkin bisa mengambil satu dua poin penting dari kisah tersebut. Ingatlah bahwa itu semua hanyalah buah pikiran dalam bentuk imajinasi sang penulis yang dituangkan oleh sang sutradara dan kemungkinan besar tidak pernah kita temui dalam kehidupan nyata. Sementara jika kita membawa mindset bahwa film ini adalah film yang mengerikan atau film yang perlu dilihat kekurangannya agar bisa diceritakan keburukannya kepada orang lain, maka yakinlah bahwa kita akan menonton film tersebut dengan hati yang terbeban. Atau malah justru kita akan menjadi terobsesi tidak karuan dan tidak bisa memisahkan antara dunia khayal dan dunia nyata.

Nah, menurut teman-teman lebih enak pilihan yang mana ? Saya sangat merekomendasikan untuk selalu menjaga pikiran kita tetap positif dan terbuka, mencoba melihat dan mengambil sisi positif dari setiap film yang kita tonton. Tularkan sikap tersebut kepada orang-orang di sekeliling kita atau bahkan anak-anak kita sehingga setelah kita menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam dalam gedung bioskop, kita akan pulang dengan hati senang karena kita membawa pulang sesuatu walaupun itu berbentuk hal-hal positif yang bisa kita kenang dalam pikiran kita. Selamat menonton dengan cara baru ….

One thought on “INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 02 : Nonton Batman = Menjadi Orang Jahat ; Benarkah ???

  1. Saya juga penggemar film, dan selain film saya juga menyukai cerita fiksi. Buat saya, keindahan cerita fiksi (dalam bentuk tulisan / film) terletak pada kekuatan daya imajinasi penulis yg out of the box dan kelihaian menyusun plot yg seru. Setiap kali menonton film, saya menikmati imajinasinya, jalan ceritanya dan tampilan visualnya, sehingga kalau sudah menyukai film tersebut dalam 5 menit pertama, saya harus menontonnya sampai selesai…tanpa batasan waktu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s