INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 07 : Practice Makes Perfect

Sehabis melakukan berbagai kegiatan rumah tangga, mengecek keadaan di sanggar, lalu pulang di sore hari dengan tujuan ingin beristirahat sejenak, tiba-tiba saya disambut kedua anak saya di depan pintu dengan kalimat-kalimat seperti : ‘Ibu, aku besok mesti bawa karton manila, nanti ke toko buku ya’ … ‘Ibu, tadi si A ngomongnya seenaknya, aku jadi kesel’ … ‘Ibu, aku punya masalah besar, aku ngga tahu tugas PKn mesti ngapain, anterin ke rumah temen dong’ … ‘Ibu, bantuin bikin PR matematika dong, susah banget, aku pengennya bikinnya dibantu Ibu’ … dan masih ada segudang permintaan lainnya.

Saya yakin sebagian pembaca sudah pernah berada dalam situasi seperti itu. Dalam keadaan badan penat, rasanya ingin menjerit ya. Karena belum sempat masuk rumah dan menaruh tas, tiba-tiba sudah disambut dengan setumpukan permintaan lainnya.

Bagaimana respon kita seharusnya ? Teori mengatakan bahwa kita harus sabar dan tidak emosi. Tradisi di masyarakat Timur juga mengatakan kita harus menjawab dengan sabar, tenang, tidak emosi. Dan faktanya adalah bahwa anak memang belum bisa dipaksa untuk mengerti bahwa kita lelah bekerja seharian. Mereka hanya ingin menunjukkan bahwa mereka masih memerlukan kita sebagai orang tuanya untuk mendukung mereka dalam segala hal. Dan seharusnya hal ini membuat kita bahagia karena berarti anak masih membutuhkan kita. Maka memang sudah menjadi tugas kita untuk bisa meladeni mereka dengan sabar walaupun badan kita terasa penat.

Saya mengakui menjadi sabar masih merupakan pembelajaran bagi saya. Saya masih lebih sering merasa terganggu daripada merasa bersyukur bahwa masih ada anak-anak yang menyambut saya pulang dengan segala ‘permasalahannya’. Bertahun-tahun saya mencoba belajar untuk sabar, berulang kali saya gagal dan mungkin hanya beberapa kali saya berhasil.

Tapi saya tahu bahwa saya tidak boleh putus asa untuk belajar bersabar menghadapi dan melayani anak-anak saya. Karena kesempatan untuk belajar bersabar selalu datang berulang kali setiap harinya.

Menulis tentang pembelajaran bersabar juga sekaligus mengingatkan diri saya untuk selalu terus berusaha dan belajar. Contoh kecil adalah suatu pagi di saat hendak berangkat sekolah, anak saya dengan bersemangat sibuk memberitahu tentang sebuah mangga yang baru jatuh dari pohon padahal dia sedang tergesa-gesa menuju mobil jemputan sekolah. Tapi saat saya ingin menegur dia untuk tidak terlalu meributkan buah yang jatuh, saya tiba-tiba tersentak mengingat satu kata yang sederhana : sabar.

Maka, jika ingin menjadi sabar, belajarlah untuk mempraktekkan hal tersebut kepada anak-anak, bukan kepada orang dewasa. Karena anak-anak adalah mahluk Tuhan yang paling jujur dalam mengekspresikan keadaan hatinya dan disitulah kesabaran kita dibutuhkan untuk menanggapi antusiasme mereka. Coba kita lihat bagaimana sabarnya orang tua kita menanggapi seluruh cerita dan permintaan kita dulu. Apakah mereka pernah berkeluh kesah tentang betapa lelahnya mereka bekerja sampai larut malam agar anaknya bisa tetap bersekolah dan makan dengan layak ?

Saya rasa para orang tua kita sudah menjadi ‘role model’ untuk sebuah bentuk kesabaran. Dan kini saatnya bagi kita, yang sedang menjalani peran menjadi orang tua, untuk belajar bersabar dalam mendampingi anak-anak kita.

Berlatih dan terus berlatih untuk bersabar. Mungkin sampai kita mati, kita tidak akan pernah berhasil menjadi orang yang bisa bersabar 100% dalam melayani anak-anak kita, tapi setidaknya kita telah menggunakan semua kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan untuk berlatih bersabar. Practice makes perfect …

One thought on “INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 07 : Practice Makes Perfect

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s