INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 08 : Hidup Kita Adalah Sekumpulan Pilihan …

Pernahkah kita merenungkan bahwa hidup kita saat ini merupakan hasil dari sekumpulan pilihan yang dibuat oleh orang tua, keluarga dan diri kita sendiri ?
 
Kita masih hidup sampai saat ini karena orang tua kita memilih untuk membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, bukan membuang kita ke pinggir jalan …
 
Kita bisa mengenyam pendidikan tinggi karena itu adalah pilihan orang tua kita yang ingin anaknya bisa belajar sebanyak-banyaknya agar menjadi orang yang sukses …
 
Kita memiliki pasangan hidup dan anak-anak, itu juga adalah pilihan yang kita buat, karena sebenarnya tersedia juga pilihan untuk hidup melajang …
 
Kita punya pekerjaan saat ini, adalah pilihan yang kita ambil, dimana tersedia kesempatan untuk berleha-leha dan menganggur …
 
Hidup tidak akan pernah putus menyodorkan pilihan pada kita, karena memang seharusnya diri kita yang menentukan kemana hidup ini akan dibawa.
 
Saya selalu mencoba menanamkan konsep berpikir ini kepada anak-anak saya, bahwa hidup adalah sekumpulan pilihan yang kita buat. Dalam hal yang paling sederhana pun, kita diberi kesempatan untuk memilih. Contoh sederhana adalah di hari pertama anak-anak kembali bersekolah setelah libur Lebaran yang cukup panjang, anak saya harus belajar untuk ulangan keesokan harinya, tetapi dia sangat lelah dan akhirnya dengan kesal dia mengatakan bahwa dia mengantuk. Saya mengingatkan bahwa dia punya pilihan : mengikuti rasa kantuk itu dan tidur, tetapi resikonya tidak belajar dan tidak siap menghadapi ulangan. Atau melawan rasa kantuk itu dengan membangkitkan keinginan untuk menyelesaikan belajar dengan cepat sehingga dia bisa cepat tidur.
 
Semakin usia kita bertambah, kita dikaruniai kemampuan untuk bisa menganalisa dan mengevaluasi pilihan yang ada dengan lebih mendalam, dibandingkan saat kita masih di usia sekolah (SD sampai dengan SMA). Misalnya saat kita akan bekerja, kita akan mempertimbangkan dengan hati-hati seluruh aspek yang ada sebelum memutuskan untuk mengambil sebuah pekerjaan. Atau saat kita memutuskan untuk menikah, pasti kita akan menimbang-nimbang apakah si dia memang pasangan hidup saya.
 
Kita mau menjadi orang yang berhasil atau orang yang gagal – menjadi pengusaha atau karyawan – menjadi orang tua yang baik atau yang cuek – menjadi teman yang baik atau yang jahat ; pilihan terakhir ada pada diri kita. Tidak perlu merasa sedih melihat pemuda yang segar bugar mengemis di pinggir jalan, karena menurut saya, dia punya pilihan untuk bisa berkarya di usia mudanya itu, tetapi dia lebih memilih untuk menjadi pengemis di pinggir jalan. Tapi jangan iri melihat seorang pemuda yang sudah menjadi milyuner di usia 20 tahun, karena saya yakin dia memilih untuk bekerja dan belajar lebih keras dari teman-temannya dimana usahanya itu membuahkan sebuah kesuksesan baginya.
 
Maka mulai sekarang, ingatlah bahwa kita punya pilihan. Jangan pernah mengasihani diri kita dengan berkata : ”Saya tidak punya pilihan”. Belajarlah untuk membuka mata hati kita untuk mengenali pilihan yang ada di depan mata. Pertimbangkan dengan matang dan pilihlah dengan bijak.
 
Karena hidup kita adalah sekumpulan pilihan yang kita buat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s