INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 12 : Ayah

Beberapa hari yang lalu saya mengantar ayah saya untuk kontrol ke dokter bedah tulang, sebab 3 bulan yang lalu beliau jatuh terserempet motor yang mengakibatkan tulang panggulnya patah. Suatu kondisi yang kurang menguntungkan mengingat usianya yang sudah memasuki 70 tahun.

Rasanya hari itu menjadi hari yang terpanjang dalam hidup, karena saya menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk kegiatan rontgen, konsultasi ke dokter bedah tulang, pengecekan oleh dokter rehab medik dan ditutup dengan fisioterapi. Ditambah dengan kondisi ayah yang belum boleh berjalan normal sehingga harus menggunakan kursi roda, namun sering harus buang air kecil karena ada masalah dengan prostatnya. Hari itu saya sempat beberapa kali ‘mengomel’ karena ‘kerewelan’ ayah saya.

Namun malam harinya saat sudah sempat beristirahat, ingatan saya terisi dengan rangkaian peristiwa di rumah sakit pada pagi harinya. Rasanya ada sesuatu yang membuat dada saya sesak.

Mengapa saya bisa sampai ‘sejahat’ itu ?

Saya langsung teringat ke masa kecil saya, saat ayah bekerja sampai malam hari sendirian menjilid buku nota pesanan, karena dulu beliau punya percetakan kecil. Betapa sayangnya beliau kepada saya karena dia menamakan percetakannya dengan mengambil nama depan saya. Saat ayah saya harus mengantar barang-barang cetakan kepada customer dengan motornya. Belum lagi ayah harus mengantar jemput ke-tiga anaknya saat masih kecil, karena sekolahnya cukup jauh dari rumah. Sementara itu kami belum memiliki rumah tinggal tetap, sehingga setiap 2-3 tahun kami harus mencari rumah kontrakan baru.

Setelah kami cukup besar, ayah saya menutup percetakannya dan kemudian beralih profesi menjadi sales alat masak dari Jerman. Saya masih ingat dengan jelas hampir setiap hari dari pagi sampai malam beliau pergi untuk mencari customer. Dan saat semua kerja kerasnya bisa mengantar beliau dan ibu saya untuk ikut rombongan jalan-jalan keluar negeri, sangat terlihat kebanggaan di wajahnya.

Dan kini di usia tuanya, dimana seluruh kejayaan masa mudanya sudah sirna dan digantikan oleh menurunnya fungsi tubuh satu persatu, tentunya beliau hanya bisa bergantung pada anak-anaknya.

Kalau rewel, sulit diberitahu, seharusnya saya bisa memahaminya. Karena memang siklus hidupnya sudah seperti anak kecil lagi. Sulit makan, suka ‘ngambek’ dan lain-lain, keadaan yang sama seperti saat anak saya masih berusia 5-6 tahun.

Kalau saya bisa melalui masa-masa balita dari anak saya, masakan saya tidak bisa melalui masa-masa tua ayah saya yang saat ini memang sudah seperti anak kecil. Kalau ayah saya dulu sama sekali tidak mengeluh dengan kerepotan yang ditimbulkan saat saya masih kecil, masakan saya tidak bisa menerima semua kerepotan yang ditimbulkan beliau saat ini. Sementara saya tidak akan pernah tahu sampai berapa lama saya masih bisa bersama-sama dengan ayah saya.

Bagi teman-teman pembaca yang saat ini orang tuanya masih dalam keadaan segar bugar, marilah kita selalu mengingat apa yang sudah mereka lakukan untuk kita selama ini. Jika di satu saat mereka terasa ‘merepotkan’, jangan mengeluh, karena itu adalah hal yang sangat alamiah. Kalau bukan kita yang mengurus, siapa lagi yang mengurus mereka. Mereka tidak pernah lelah menjaga kita, masakan kita tega merasa lelah mengurus mereka.

Orang tua adalah pemberian Tuhan yang tak ternilai harganya untuk kita. Merekalah yang sebenarnya patut disebut ‘pahlawan tanpa tanda jasa’. Mari kita nikmati saat-saat kita masih bersama orang tua kita. Saat-saat dimana kita masih bisa melihat senyum di wajah mereka. Seperti saat ayah saya bercerita dengan semangat yang terpancar di wajahnya tentang fisioterapinya, dimana beliau berhasil belajar menapakkan kakinya lagi dan sudah mencoba untuk berjalan. Karena suatu saat nanti, kita pasti akan merindukan momen-momen seperti itu.

Dedicated to my beloved father

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s