INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 19 : Michelle Obama dan Nilai Kehidupan

September 2012, diawali dengan adanya pidato yang dibawakan oleh Michelle Obama, first lady Amerika, dalam Democratic National Convention. Sebuah pidato yang dibawakan beberapa hari sebelum sang suami, Barack Obama menyampaikan pidato menerima pencalonan dirinya kembali sebagai kandidat Presiden Amerika dari Partai Demokrat.

Menyimak pidato Michelle Obama, sama seperti melihat sebuah film. Saya ikut menangis di saat dia bercerita tentang bagaimana dia dan Barack dibesarkan. Saya ikut tersenyum saat dia bercerita mengenai sosok Barack yang dia cintai. Saya ikut bersemangat mendengar dia menceritakan bagaimana besar perhatian mereka kepada generasi muda dan keyakinannya yang kuat bahwa suaminya akan bisa membantu rakyat Amerika.

Tanpa melihat aspek kampanye yang sedang dilakukan, atau melihat fakta bahwa ada tim tersendiri yang menyiapkan naskah pidato, bahkan tidak melihat bahwa itu sebenarnya adalah pandangan hidup orang Amerika, jika kita menyimak kembali isi pidato Michelle Obama, ada sebagian kecil yang sangat menyentuh hati saya. Saat dia berkata tentang hal-hal yang mereka dapatkan lewat asuhan orang tua mereka.

We learned about dignity and decency. That how hard you work matters more than how much you make. That helping others means more than just getting ahead yourself.
Kami belajar tentang harga diri dan kelayakan. Bahwa betapa kerasnya anda bekerja, lebih berarti daripada berapa besarnya yang anda hasilkan.

We learned about honesty and integrity. That the truth matters.
Kami belajar tentang kejujuran dan integritas. Bahwa kebenaran adalah hal yang berarti.

And succes don’t count unless you earn it fair and square.
Dan tidak bisa dihitung sebagai kesuksesan kecuali anda mendapatkannya dengan adil.

We learned about gratitude and humility. That so many people had a hand in our success from the teachers who inspired us to the janitors who kept our school clean.
Kami belajar tentang rasa terima kasih dan kerendahan hati. Bahwa sedemikian banyak orang yang telah memberikan sumbangsih dalam kesuksesan kita, dari para guru yang menginspirasi kita sampai pada petugas kebersihan yang menjaga sekolah kita bersih.

And we were taught to value everyone’s contribution and treat everyone with respect. Those are the values that Barack and I and so many of you are trying to pass on to our own children.
Dan kami diajarkan untuk menghargai kontribusi setiap orang dan memperlakukan setiap orang dengan hormat. Semua itu adalah nilai-nilai yang Barack dan saya dan banyak diantar anda berusaha untuk meneruskannya kepada anak-anak kita.

Saya terharu saat mendengar bagian ini. Bagi saya, Michelle telah memberikan inspirasi kepada kita semua, kaum wanita dalam perannya sebagai orang tua, untuk merenungkan bagaimana cara kita membesarkan dan memberikan values of life atau nilai-nilai kehidupan yang positif pada anak-anak kita.

Kalau ada yang berkata bahwa kita harus memperlakukan anak-anak dengan sabar, tidak boleh dimarahi dan lain-lain, bagi saya hal itu tidak bisa diserap dan dibenarkan 100%. Bagi saya, generasi muda harus dipersiapkan dan diajak untuk melihat bahwa dunia ini dipenuhi dengan berbagai macam karakter manusia, beragam peristiwa yang tidak hanya berisi kelemahlembutan dan kebahagiaan belaka, tapi kelak mereka akan menemui kemarahan, kebencian dan segala ketidakbahagiaan yang bisa saja terjadi di sekeliling mereka. Dan mereka harus bisa berjuang melewati semuanya.

Michelle Obama telah menunjukkan kepada kita betapa dalam dan betapa besar pengaruh yang diberikan oleh orang tua atau siapapun yang membesarkan kita. Nah, dengan segala kesibukan kita bekerja, dan dengan dalih bahwa kita bekerja agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak, pernahkah kita merenungkan berapa banyak waktu yang kita sisihkan untuk mewariskan nilai-nilai kehidupan pada anak-anak kita ?

Nilai kehidupan bisa diberikan kepada anak-anak lewat cara hidup kita, lewat pembicaraan antara orang tua dan anak, lewat sekolah dan lingkungannya, dan lewat kedekatan keluarga dengan Tuhan, apapun agama dan keyakinannya.

Apa yang menjadi nilai-nilai kehidupan Michelle Obama, adalah hal-hal yang bisa kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Dignity/harga diri, decency/kelayakan, honesty/kejujuran, integrity/integritas, gratitude/rasa terima kasih, humility/kerendahan hati, value other people and respect other people/menghargai orang lain dan menghormati orang lain.

Dan itu adalah contoh nilai kehidupan yang bisa kita berikan sebagai sebuah hadiah yang tak ternilai harganya bagi anak kita, Lebih berharga daripada tumpukan uang yang kita tabung untuk biaya kuliah mereka. Lebih berharga dari rumah mewah dan mobil bagus yang kita bangun dan beli agar mereka tidak hidup susah.

Dunia dengan kemajuan teknologinya saat ini, telah turut memberikan kontribusi terhadap pergeseran nilai kehidupan generasi muda kita. Contoh yang sederhana adalah saat saya sedang bercerita kepada kedua anak saya tentang betapa saya mengagumi 2 orang First Lady Amerika karena kecerdasannya, saya bercerita tentang Hillary Clinton dan Michelle Obama. Mungkin saya terlalu bersemangat menyampaikan cerita saya sehingga saya tidak menyadari bahwa anak saya sedang asyik browsing di handphonenya dan anak saya yang satunya sedang asyik bermain game anak-anak.

Kita bisa melihat pergeseran nilai hidup generasi muda saat ini. Mereka lebih senang dengan kehebohan yang ditimbulkan oleh girlband dan boyband saat ini, mulai dari SNSD, Suju, One Direction, SMASH, Cherrybelle, 7 Icons dan masih banyak lagi. Kita melihat bagaimana remaja putri sekarang lebih memperhatikan penampilan lahiriah dibandingkan dengan ‘inner beauty’ yang bisa terpancar dari diri kita, tidak peduli kita pendek atau tinggi, kurus atau gemuk, cantik atau biasa saja.

Apakah kita yakin mereka bisa menjadi pejuang tangguh saat menghadapi konflik dalam kerja, perbedaan pendapat dengan pasangan hidup, mengasuh dan membesarkan anak mereka dengan baik ?

Apakah kita memilih untuk bersusah payah membekali mereka agar menjadi pejuang kehidupan yang tangguh, atau kita memilih membiarkan mereka untuk ‘ketemu batunya’ dengan anggapan ‘toh nanti juga mereka akan belajar sendiri bagaimana mengatasinya’ ?

Saya akan memilih untuk mempersiapkan kedua putri saya menghadapi masa depan mereka. Mungkin saya harus beribu-ribu kali bercerita atau memberi contoh bagi nilai-nilai kehidupan yang ingin saya wariskan kepada mereka. Tapi merasakan bahwa semua itu akan terbayar jika saya bisa melihat kedua putri saya berhasil melalui semua tantangan hidup ini dengan tangguh, saya tidak ragu untuk menghabiskan waktu, energi dan pikiran saya untuk itu.

Maka dignity/harga diri, decency/kelayakan, honesty/kejujuran, integrity/integritas, gratitude/rasa terima kasih, humility/kerendahan hati, value other people and respect other people/menghargai orang lain dan menghormati orang lain ; akan menjadi sebagian nilai-nilai kehidupan yang bisa kita berikan dan wariskan kepada generasi muda kita.

Pada akhirnya, di saat kita mati, tidak perlu menghitung berapa banyak harta yang kita tinggalkan sebagai warisan.

Tapi berbanggalah jika kita berhasil meninggalkan warisan berupa nilai-nilai kehidupan yang bisa membekali mereka menjalani kehidupan ini dan keluar sebagai pejuang yang tangguh.

Berbanggalah jika anak-anak kita dengan bangga dan mantap berkata bahwa mereka bisa hidup sampai saat ini karena orang tua mereka yang mengajarkan bagaimana caranya berjuang menjalani hidup ini.

One thought on “INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 19 : Michelle Obama dan Nilai Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s