INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 23 : Gifts Differing – Thinking dan Feeling (bagian 3)

Dichotomy yang ke-3 dari teori MBTI adalah Thinking dan Feeling. Kecenderungan sebagai T dan F menunjukkan fungsi bagaimana kita melakukan decision-making. Keduanya akan memberikan keputusan yang rasional, walaupun prosesnya yang berbeda. Seseorang yang cenderung thinking biasanya akan lebih suka memutuskan sesuatu dengan menimbang semua aspek logis yang ada dan sesuai dengan aturan yang berlaku.  Seseorang yang cenderung feeling akan lebih suka jika keputusannya itu akan membuat orang disekitarnya merasa senang dan bahagia.
 
Seorang T biasanya akan terlihat sebagai pribadi yang selalu mendahulukan logika dibandingkan dengan empati. Sementara seorang F biasanya akan terlihat sebagai orang lebih mendengarkan hati daripada logika. Sekilas terlihat bahwa seorang T adalah orang yang ‘kurang berperikemanusiaan’ dan seorang F adalah seorang yang ‘baik hati dan penyayang’. Namun kita tidak dapat menilai seperti itu jika ditinjau dari teori ini.
 
Saat saya mendapat tugas untuk bekerja di area HR yang bersinggungan dengan proses kompensasi dan benefit, ada sebuah peristiwa unik yang terjadi, yang masih membuat saya tersenyum sampai saat ini karena memperlihatkan perbedaan decision-making seorang T dan F.
 
Saat itu saya memiliki seorang staff yang memang baru saja dipindahkan ke bagian tersebut. Kami sudah berteman cukup lama sehingga saya mengira sudah mengenal dia dengan baik. Suatu saat, seperti layaknya sebuah perusahaan yang melakukan tinjauan terhadap kondisi finansial dan kinerjanya, akhirnya diputuskan akan dilakukan proses pemutusan hubungan kerja untuk beberapa orang yang dinilai memang tdaik bisa dipertahankan lagi jika dilihat dari sisi bisnis dan finansial perusahaan.
 
Maka setelah management sudah selesai memutuskan orang-orang yang akan terkena dampak keputusan ini, saya diberitahu oleh direktur saya untuk menyiapkan perhitungan kompensasi yang akan diberikan. Setelah itu saya memanggil staff untuk menjelaskan mengenai keputusan ini dan memberitahu bahwa sekarang kami berdua harus bekerja bersama untuk menyiapkan segala macam paperwork yang berkaitan dengan kompensasi orang-orang tersebut.
 
Saya kembali asyik dengan tugas saya di meja, dan beberapa saat kemudian saya ingat ada sesuatu yang perlu saya tanyakan kepada staff saya. Maka saya berjalan menuju mejanya. Pemandangan yang saya temukan membuat saya terkejut. Dia sedang bekerja di depan komputernya sambil menangis. Langsung saya tanyakan apa yang membuat dia menangis. Ternyata di saat dia membuka file yang berisi nama orang-orang yang terkenan pemutusan kerja tersebut, dia langsung menangis karena tidak sanggup membayangkan orang-orang yang dia kenal ternyata ada di dalam daftar tersebut.
 
Peristiwa tersebut menjadi sebuah momen bagi kami berdua untuk menyadari cara kami memutuskan sesuatu ternyata sangat berbeda. Saya seorang T, saat saya mendapat instruksi untuk mengerjakan perhitungan kompensasi dan melihat daftar nama orang-orang tersebut, yang pertama kali muncul dalam pikiran saya adalah mencoba untuk bisa memahami mengapa perusahaan melakukan hal tersebut. Lalu setelah saya memutuskan bahwa saya sudah paham, saya mulai mempelajari perhitungan kompensasi dan kebijakan management. Setelah itu saat saya mulai memasukkan data-data orang yang bersangkutan ke dalam perhitungan tersebut, itulah saat dimana empati saya mulai timbul. Memikirkan keluarga dari orang-orang tersebut, dan saya mulai berdoa agar mereka bisa melalui semuanya ini dengan baik.
 
Sementara staff saya mengalami proses sebaliknya. Yang menjadi perhatian nomor satu adalah ’orang/people’. Dan yang dia bukan dan pelajari pertama kali adalah daftar orang-orang tersebut. Empatinya bekerja lebih dulu, sebuah keputusan yang ternyata telah membuat dia menangis karena menyadari bahwa orang-orang di sekeliling ’tidak bahagia’. Empatinya telah membawa dia untuk membayangkan dampak yang bisa terjadi kepada keluarga mereka, walaupun setelah dia bisa mengatasi perasaan sedihnya, dia bisa melanjutkan pekerjaannya.
 
Hasil akhirnya sama, kami bisa menyelesaikan tugas tersebut tepat pada waktunya. Kami berdua juga merasa sedih melihat orang-orang yang selama ini kita kenal, harus pergi dari perusahaan. Namun cara kami ’memutuskan’ yang mana yang terlebih dahulu diproses, itu yang berbeda. Itu yang membuat reaksi dan respon kami juga berbeda.
 
Seorang T bukan orang yang ’tidak berperasaan’. Hanya orang seperti ini memang sangat menghormati kebijakan, peraturan, undang-undang, prosedur dan batasan yang ada. Sehingga jika ada keputusan yang diambil, selama keputusan ini sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, seorang T akan merasa nyaman. Barulah empatinya akan muncul setelah itu.
 
Sementara kebalikannya, seorang F akan selalu melihat unsur ’people’ dan apakah orang di sekitarnya bahagia jika dia memutuskan sesuatu. Dia cenderung untuk mendahulukan empatinya, setelah itu barulah dia akan mencocokkan keputusannya dengan peraturan yang berlaku. Namun seorang F bukanlah orang yang emosional dan cengeng. Saya banyak melihat orang F yang terlihat tegar seperti orang T.
 
Perbedaan karakter, jika bisa dikelola dengan baik, akan melahirkan sinergi yang sangat bagus.
 
Pahamilah bahwa kita tidak dapat memaksa orang menjadi seperti kita, demikian pula sebaliknya. Yang harus kita lakukan adalah mengoptimalkan apa yang ada pada diri kita. Maka terciptalah sebuah sinergi yang kuat dari perbedaan itu.
 
Kemanakah kecenderungan anda ? Thinking atau feeling ?
Apapun jawaban anda, ingatlah bahwa ini merupakan kecenderungan/preference yang kita ambil dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada yang salah ataupun benar.
Apapun jawaban anda, ingatlah bahwa mulai sekarang sedikit demi sedikit kita harus berusaha untuk mengubah cara kita memandang orang yang berperilaku ’tidak sama’ dengan kita. Mereka bukan mahluk aneh, mereka adalah mahluk unik, demikian juga dengan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s