INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 28 : Dasi

Pagi ini diawali dengan sebuah insiden kecil yang sempat membuat saya merasa menghadapi dilema. Biasanya sekitar pukul 05.30 pagi, kedua putri saya sudah siap dengan seragam sekolah dan hanya tinggal sarapan saja, sebab biasanya pukul 06.00 mereka sudah dijemput untuk pergi sekolah.

Namun putri sulung saya yang baru duduk di kelas 7 tiba-tiba mendekati saya dan berkata apakah dia bisa menelpon temannya untuk meminjam dasi. Nah, disinilah insiden itu bermula. Saya tanya mengapa harus meminjam. Putri saya menjawab karena dasinya dicari-cari tidak ada. Kebetulan hari ini memang ada pelajaran olahraga, sehingga biasanya seragam biru putihnya dibawa untuk baju ganti.

Saya juga ingat di awal tahun pelajaran saya sudah membeli dua buah dasi. Sewaktu saya tanyakan, ternyata satu buah dasi sudah hilang sejak lama, tapi dia tidak bercerita pada saya mengenai hal tersebut.

Saya selalu mengajarkan untuk mempersiapkan semuanya di malam sebelumnya agar tidak ada yang tertinggal. Karena dia sudah memasuki jenjang SMP, maka kesepakatan kami adalah dia harus sudah bisa mengurus dirinya sendiri dan bukan masanya lagi saya harus mengecek tasnya untuk memastikan semuanya lengkap.

Otak saya langsung berpikir sebelum memutuskan langkah apa yang saya ambil. Saya yakin dasinya ada di tumpukan baju kotor. Namun berkali-kali saya menemukan putri saya meletakkan dasi seenaknya sepulang sekolah. Lalu saya berpikir, kalau dia diijinkan meminjam temannya, berarti saya menanamkan nilai yang kurang baik, nilai yang ‘ambil gampangnya saja’. 

Memang ada rasa tidak tega, karena dia pasti akan ditegur oleh wali kelasnya. Namun jika saya terus melindunginya dengan cara memperbolehkan dia meminjam dasi temannya atau memberinya uang untuk membeli dasi baru setibanya di sekolah, saya khawatir putri saya tidak akan belajar untuk lebih bisa menghargai barang miliknya sendiri.

Akhirnya walaupun dengan berat hati, saya memutuskan dia tidak boleh meminjam dasi temannya. Jadi pagi ini dia pergi ke sekolah tanpa membawa dasi. Walaupun dia sarapan sambil menangis, saya berharap dia belajar dari pengalaman ini.

Urusannya sepele, tentang dasi sekolah yang harganya pun tidak sampai sepuluh ribu rupiah. Tapi nilai yang terkandung di dalam kejadian ini tidak sepele.

Generasi muda saat ini, termasuk anak-anak kita, adalah generasi instant. Dimana orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi menengah keatas, cenderung untuk tidak mau ambil pusing dengan hal-hal yang kecil. Saya yakin banyak orang tua yang akan memilih jalan untuk memberi uang kepada anaknya untuk membeli dasi baru atau segera menyuruh menelpon temannya untuk meminjam dasi atau mungkin ada beberapa yang ikut menghadap wali kelas untuk menceritakan alasan bermacam-macam agar anaknya tidak ditegur.

Tetapi apakah kita memikirkan dampak dari ‘instant-isasi’ ini ? Bahwa generasi muda tidak diajak untuk berpikir lebih menghargai barang miliknya sendiri yang sudah diberikan oleh orang tua dari hasil jerih payah mereka. Bahwa generasi muda tidak diajak untuk berpikir untuk disiplin dengan cara mempersiapkan semuanya di malam  sebelumnya. Bahwa generasi muda harus sadar dalam kehidupan ini semua ada ‘aturannya’ dan jika dilanggar tentunya ada konsekuensinya.

Maka apakah generasi muda kita akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bisa bertahan dan berjuang melewati tantangan hidup, semuanya saat ini bergantung pada kita, sebagai orang tua, yang mendampingi mereka dalam setiap langkah kehidupannya.

Terkadang memang tidak tega rasanya untuk menerapkan sebuah peraturan dan konsekuensinya. Namun ke’tegaan’ kita diharapkan bisa membuat mereka belajar bahwa hidup di dunia ini ada aturan dan konsekuensinya.

3 thoughts on “INSPIRASI 30 HARI (Proyek Menulis 2 Ibu) – Day 28 : Dasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s