Raditya Dika – sang blogger cerdas

Hari ini merupakan hari yang melelahkan bagi saya. Mulai dari mengurus perbaikan dokumen dan verifikasi data untuk pembuatan e-ktp, mendapat kabar bahwa anak saya terpeleset di sekolah sehingga pahanya luka dan memar, sampai ban mobil yang kempes karena tertusuk paku.

Namun di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, saya berusaha untuk mencari hal-hal baik yang terjadi di hari ini, yang masih membuat saya bersyukur bahwa saya masih diberi hidup.

Dan hari ini, hal yang menyenangkan dan patut disyukuri adalah keikutsertaan saya dalam sebuah acara talk show yang diselenggarakan oleh developer perumahan di tempat saya tinggal, dengan seorang blogger yang sudah sangat sering terdengar namanya : Raditya Dika.

Saya cukup kaget melihat partisipan yang hadir, semakin sore semakin memadati ruangan, dan mayoritas adalah kaum muda, baik mahasiswa maupun para karyawan. Selama ini saya hanya mengenal Raditya Dika sebagai seorang blogger yang ngetop karena bukunya yang berjudul “Kambing Jantan” dan “Manusia Setengah Salmon”. Lalu saya juga mendengar bahwa Raditya juga seorang stand up comedian, sebuah profesi yang baru saja nge-trend di Indonesia. Tapi saya tidak ingat bagaimana raut wajahnya dan selama ini belum merasa perlu untuk mengenalnya lebih jauh.

Namun begitu acara dimulai, saya memperhatikan cara Raditya berkomunikasi dengan audience. Memang topiknya bukan melulu blogging atau menulis, tapi menyinggung juga sedikit mengenai wirausaha. Konsentrasi dan perhatian saya terfokus pada cara Raditya melakukan komunikasi dua arah dengan MC maupun dengan audience.

Raditya Dika adalah seorang entertainer sejati. Dia pandai mengolah kata, selalu tersenyum dan berani melakukan kontak mata dengan audience, lontaran joke-nya tidak terkesan menghina – tetapi lebih terkesan cerdas. Saya belum pernah membaca bukunya, tetapi kalau dari berbicara saja dia sudah mampu membuat audience terbawa suasana, maka saya yakin tulisannya pun akan demikian.

Contoh yang sederhana adalah saat ada seorang mahasiswa bertanya, apakah isi buku pertamanya itu benar-benar kejadian dalam kehidupannya sehari-hari ? Raditya menjawab memang benar, walaupun ada beberapa bagian yang memang dia kembangkan sesuai dengan imajinasinya. Lalu dia memberikan contoh bercerita tentang kucingnya yang bernama Alfa, yang dicoba dijodohkan dengan kucing pilihan keluarga, tetapi malah jatuh cinta dengan kucing tetangga depan rumah. Pihak keluarga merasa sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Padahal kucing tetangga itu ngga oke banget, karena kerjaannya cuma berdiri di dekat tiang listrik. Tapi Alfa tetap backstreet dengan kucing tetangga ini dan malah sekarang sudah hamil diluar nikah. Saya sampai terbahak-bahak mendengar ceritanya itu, karena diceritakan dengan demikian lancarnya, dengan muka yang serius namun lucu, seolah-olah hal tersebut adalah perbuatan manusia. Padahal itu cuma cerita tentang seekor kucing, yang diolah pembawaan dan kata-katanya oleh Raditya dengan begitu baiknya.

Namun dari pengalaman pribadi yang dia share dengan audience, kemudian berbagai joke yang segar dan cerdas yang dia lontarkan, saya mendapatkan sebuah tambahan ‘ilmu’ dari Raditya tentang menulis :

1. Berangkatlah dari kegelisahan pribadi atau kejadian sehari-hari, contohnya tentang kucing tersebut. Sebuah hal kecil, namun bisa dikembangkan menjadi sebuah cerita yang unik dan lucu.

2. Kreatif dalam menulis dengan menggabungkan pengamatan dan cara penyampaian cerita. Itulah yang membuat sebuah kisah bisa menjadi menarik.

3. Kita patut untuk mencoba dan berjuang untuk sesuatu yang kita senangi. Contohnya bahwa bukan penerbit yang mendatangi Raditya untuk menerbitkan buku pertamanya, tapi Raditya yang mendatangi dan memaksa sang editor untuk langsung membaca naskah tulisannya saat itu juga.

Memang tidak menjadi jaminan bahwa jika kita bisa melakukan semua hal tersebut, lalu kita akan menjadi terkenal seperti Raditya. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Raditya bisa sampai kepada pemikiran seperti itu, pemikiran yang telah membuatnya dikenal banyak orang.

Memperhatikan bagaimana Raditya membagi pengalamannya tentang menulis dan menjawab pertanyaan para orang muda tentang bagaimana menjaga semangat menulis dan lain-lain, saya merasa Raditya adalah orang yang gemar membaca, sebab dia bisa menjawab semua pertanyaan teknis yang ada. Dan itu tidak akan terjadi jika dia tidak mempelajarinya dari buku atau internet.

Dia juga adalah orang yang berpikir sederhana dan pengamat yang baik, terlihat dari caranya menggoda peserta yang sedang bertanya, caranya melontarkan joke yang enak didengar namun tidak terkesan klise dan juga terlihat dari cuplikan cerita yang dia tulis di bukunya.

Tidak pernah sekalipun dia menggunakan kalimat dengan kosa kata yang ‘canggih’, semua kata-kata yang dipakai adalah kata-kata umum yang kita gunakan sehari-hari. Tidak pernah sekalipun dia menggunakan contoh saat sedang keluar negeri, dia lebih senang bercerita tentang pengalaman sehari-hari. Dan tidak pernah sekalipun dia lupa memberi semangat kepada para peserta yang bertanya, bahwa jangan putus asa, menulislah terus.

Sungguh sebuah pengalaman yang sangat mengesankan, bertemu dengan seorang pria muda dengan passion menulis yang sangat kuat, dengan pemikiran yang sederhana bahwa pengalaman hidup keseharian adalah hal yang bisa dijadikan bahan tulisan, dan bahwa kita harus bisa menghargai kemampuan diri kita sendiri walaupun itu cuma ‘menulis’.

Dalam perjalanan pulang, saya sempat melihat tweet terakhir yang dia kirim – kelihatannya terinspirasi dari acara tersebut, dia menulis :
SARAN PALING GAMPANG BUAT YANG MAU NULIS : JANGAN NGELUH. JANGAN NGELUH SUSAH, GAK KOMERSIL, GAK ADA WAKTU, TAKUT JELEK. SHUT UP AND WRITE.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s