The Millenium Parenthood – Day 03 : Komunikasi – BELAJAR MENDENGARKAN SECARA AKTIF

“Ora na azu nwa” – It takes a village to raise a child (Nigerian proverb)

Berapa jarak usia antara Anda dengan anak remaja Anda ? Usia saya dan putri sulung saya terpaut 30 tahun. Saat dia duduk di kelas 5, saya merasa bersemangat, karena berarti putri saya akan memasuki dunia remaja. Saya bertekad untuk menempatkan diri saya sebagai ‘teman’ bagi dia.

Namun begitu dia duduk di kelas 6, seperti kembang api di malam Tahun Baru, segala permasalahan remaja pun muncul. Akhirnya saya menjadi ‘orang dewasa’ yang lebih banyak memberi wejangan daripada menjadi ‘teman curhat’. Apalagi saat dia sudah masuk kelas 7 sekarang, di awal saya sempat bingung mengikuti moodnya yang betul-betul seperti roller coaster, menanjak naik untuk kemudian tiba-tiba turun.

Tapi setelah saya menenangkan diri dan mencoba introspeksi, saya baru menyadari bahwa saya terlalu ‘cerewet’, terlalu banyak bicara dan tidak mau ‘mendengar’. Akhirnya pembicaraan kami selalu berujung dengan selisih paham. Terkadang dia yang lalai melakukan sesuatu, saya tegur – mungkin juga dengan cara yang tidak berkenan di hatinya, akhirnya yang terjadi dia yang lebih marah kepada saya.

Setelah itu perlahan-lahan saya berusaha untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Adakalanya saya berhasil bersabar, tapi masih lebih sering saya tidak sabar dan mulai menasehati dia.

Sebagai orang tua, kita pasti akan berargumen bahwa kita sudah punya pengalaman satu generasi lebih awal, jadi kita patut memberitahu anak remaja kita. Tapi kita tidak menyadari, bahwa yang dibutuhkan oleh anak remaja kita adalah ‘teman curhat’ untuk semua kebingungan yang mereka peroleh, bukan wejangan. Wejangan, nasihat, atau apapun namanya, bisa menyusul belakangan. Karena seperti pernah disampaikan oleh mbak Ratih Ibrahim, seorang psikolog, bahwa dunia remaja adalah dirinya sendiri. Fokusnya adalah dirinya sendiri, bukan orang lain.

Sebenarnya kita tidak murni 100% mendengarkan tanpa berkata apa-apa, tetapi ada satu cara yang lebih efektif yang disebut dengan Active Listening (Mendengar Secara Aktif). Menurut Simple Mom, langkah-langkah active listening adalah sebagai berikut :

1. Berhenti – jangan melakukan aktifitas apapun
2. Pandanglah anak remaja anda
3. Berikan perhatian sepenuhnya pada mereka
4. Dengarkan cerita mereka
5. Setelah itu baru ulangi cerita yang tadi Anda dengar

Jika anak remaja kita setuju dengan re-telling/penceritaan kembali dari Anda, dan mereka mencari jawaban dari Anda, berikan apa yang mereka perlukan.

Jika tidak ada pertanyaan, berikan pernyataan bahwa kita mengerti tentang cerita yang disampaikan.

Jika kita tidak mengerti ceritanya, mintalah mereka untuk mengklarifikasi dengan mengulang ceritanya sampai anda mengerti.

Mudah ? Tentu saja tidak. Terkadang untuk melakukan langkah 1 saja kita sudah berat hati. Terkadang saat putri saya datang ingin bercerita, saya sudah memperhatikan dan mendengarkan, tapi tangan saya masih memegang handphone. Begitu sadar, saya langsung meletakkannya, karena mereka ingin diperhatikan benar-benar. Bahkan kadang putri saya belum selesai bercerita, saya sudah tidak tahan untuk memberikan komentar.

Namun hanya satu hal yang perlu kita tanamkan dalam pikiran kita : yang perlu perhatian penuh adalah anak kita yang sangat kita cintai, yang sedang dalam masa ‘bingung’ dengan segala perubahan fisik, psikis dan emosinya. Apakah ceritanya hanya seputar gurunya yang cakep, atau sedang ‘suka’ dengan kakak kelasnya, tentunya tidak akan merugikan kita kalau kita mencoba untuk Aktif Mendengar. Tidak mudah tapi tidak mustahil.

Bersyukurlah jika anak remaja kita masih mau cerewet bercerita kepada orang tuanya. Itu tandanya ikatan antara anak dan orang tua yang terbentuk masih bagus. Peliharalah ikatan itu dengan belajar mendengar secara aktif. It’s not easy but it’s possible, for the sake of our teens.

Slide presentasi dari posting ini dapat dilihat dan diunduh dari : http://goo.gl/Ajgyb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s