The Millenium Parenthood – Day 06 : KOMUNIKASI – Berbicara Tentang Seks Dengan Remaja (Bagian 2)

“Ora na azu nwa” – It takes a village to raise a child (Nigerian proverb)

Setelah di bagian 1 kita berbicara mengenai hal-hal apa saja yang perlu diberitahukan kepada anak remaja kita tentang seks dan bagaimana cara menyampaikannya, maka di bagian ke 2 ini saya ingin berbagi mengenai beberapa ide sederhana dan menarik untuk menyampaikan mengenai seks kepada anak remaja kita.

Dari penulis Corey di SimpleMom, digabungkan dengan sedikit pengalam pribadi saya, memang ada beberapa ide menarik dan mudah untuk dilakukan seperti misalnya :

1. Mulailah membiasakan diri menyampaikan tentang seks dari sejak usia sekolah, tergantung kesiapan mereka.
Mulai dengan cara menggunakan istilah organ reproduksi secara benar. Tentunya sesuai dengan berkembangnya usia, maka kita dapat menambahkan sedikit demi sedikit informasi mengenai seks. Hal ini juga akan membantu orang tua untuk mengikis rasa malu dan tabu saat berbicara tentang seks dengan anak, jika dimulai saat anak masih di jenjang SD. Mengapa demikian ? Karena anak usia sekolah cenderung tidak bertanya hal-hal yang serius mengenai hubungan pria dan wanita, sehingga tanpa disadari kita juga berlatih untuk menyampaikan hal yang lebih serius saat anak kita memasuki usia remaja.

2. Berinisiatif untuk memulai pembicaraan.
Misalnya dengan menggunakan contoh nyata, ada teman kita yang sedang hamil. Gunakan kesempatan tersebut untuk bicara soal bayi yang berada dalam perut ibu. Sekali lagi, tentu saja disesuaikan dengan kesiapan dan usia anak dan remaja.

3. Saat menyampaikan tentang konsekuensi hubungan seks di luar nikah dan lain-lain, hindari bersikap menggurui dan menasehati. Jika kita terlihat ngotot dalam memberitahukan hal tersebut, terbuka kemungkinan anak remaja kita malah penasaran mengapa orang tuanya sedemikian takut. Jangan sampai mereka malah mencoba-coba mencari tahu dengan cara yang kurang baik.

4. Ide yang sangat menarik untuk saya adalah memberikan contoh nyata mengenai kencan.
Corey memberikan ide yang sangat bagus. Salah satu hal yang perlu dimengerti oleh remaja adalah bahwa hubungan seks adalah sebuah kegiatan fisik yang selayaknya dilakukan dengan pasangan hidup kita yang terikat dalam sebuah ikatan pernikahan. Untuk bisa melalui tahapan pernikahan, pria dan wanita perlu saling mengenal lebih jauh lewat ’kencan’.

Maka jika Anda memiliki anak remaja putri, ada baiknya suatu saat sang Ayah mengajak remaja putrinya ’on a date/kencan’. Jika Anda memiliki remaja putra, tidak ada salahnya sesekali sang Ibu mengajak remaja putranya untuk ’kencan’.

Kesempatan ini memiliki banyak sekali nilai positif yaitu :
• Menghapus image yang diberikan dari film-film yang ada, bahwa sebuah kencan pasti akan diakhir dengan hubungan seks
• Kencan bertujuan untuk saling mengenal calon pasangan, sekaligus mengenal diri kita sendiri mengenai perasaan yang kita miliki untuk lawan jenis
• Ayah atau Ibu bisa menunjukkan bagaimana cara kencan yang masih dalam batas normal yang sesuai dengan usia dan kematangan remaja, misalnya bahwa bergandengan tangan bisa memberikan kenikmatan jika dilakukan dengan perasaan, bahkan hanya dengan mengobrol juga akan menjadi sebuah momen yang baik untuk kencan.
• Ayah dapat menunjukkan bagaimana contoh pria yang baik dan sopan saat mengajak remaja putrinya berkencan, misalnya berpakaian sopan, mau mendengarkan dia berbicara, membukakan pintu saat di tempat ramai. Ibu juga bisa menunjukkan kepada remaja putranya bagaimana seharusnya mereka bertindak jika suatu saat mereka mengajak teman perempuan mereka untuk berkencan, bagaimana sikap dan perilaku seorang perempuan yang baik saat diajak kencan.

Bagi saya, iden ini luar biasa. Kegiatan yang sederhana, karena kita tidak harus mengajak anak remaja kita ke restoran mewah, tapi momen yang diperoleh adalah sangat istimewa. Saya berniat untuk mencobanya.

5. Berikan informasi yang akurat sesuai dengan usianya.
Jangan memaksakan berbagi cerita tentang kehamilan di luar nikah dengan anak usia 9 tahun. Atau tentang burung bangau yang membawa bayi untuk dimasukkan ke perut ibu dan diceritakan kepada anak remaja kita.

6. Berilah penjelasan mengenai nilai hidup/values Anda mengenai seks.
Ini adalah tanggung jawab utama Anda sebagai orang tua. Jika anak remaja bisa mengerti dan memahami nilai-nilai positif yang kita berikan, maka hal tersebut akan menjadi ’pagar pelindung’ mereka dari hal-hal yang tidak baik. Misalnya nilai kehidupan bahwa suami/istri adalah satu-satunya orang dimana kita bisa melakukan hubungan seks dengan kenikmatan dan kepuasan yang seharusnya. Bahwa ada batas-batas saat kita berpacaran, dimana mereka harus bisa menghormati diri sendiri dengan cara menjaga diri saat berpacaran, misalnya tidak membiarkan dirinya sembarangan ’disentuh’ oleh sembarang lawan jenis.

7. Ciptakan suasana nyaman dengan cara mencari ide untuk mengajak bicara di saat anak remaja sedang santai, atau sambil jalan keluar jajan dan sebagainya. Pesan yang harus diterima anak remaja kita adalah bahwa berbicara mengenai seks degan orang tua adalah hal yang menarik dan menyenangkan.

Mungkin sebagian pembaca akan melihat kegiatan ini adalah kegiatan yang sederhana dan akan mudah dilakukan. Dan sebagian lagi akan berpikir seribu kali untuk mencoba melakukannya karena merasa hal ini adalah hal yang berat untuk dilakukan.

Saya yakin para penulis diatas, sudah pernah mencoba mempraktekkan hal yang mereka tulis kepada anak remaja mereka sendiri. Saya pun sudah mulai mencoba mempraktekkan dengan remaja putri saya.

Selama kita melakukannya dengan pemikiran bahwa ini semua demi kepentingan anak remaja kita yang sangat kita cintai, maka yakinkan diri Anda bahwa semuanya akan bisa dilalui dengan baik.

It’s not easy but it’s possible.

Slide presentasi dari posting ini dapat dilihat dan diunduh pada : http://goo.gl/JIvKd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s