HIDUP DAN RODA

Orang bilang, hidup itu seperti roda. Kadang kita diatas, kadang kita dibawah. Kadang kita berjaya, kadang kita ditimpa banyak masalah.

Kalau kita sedang berjaya, rasanya dunia ini milik kita. Semua orang menjadi teman kita. Segala sesuatu terasa lebih mudah didapat. Tapi sangat terbuka kemungkinan kita akan lupa untuk berterimakasih dan terus mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kalau kita sedang ditimpa banyak masalah, kita cenderung mencoba memecahkan masalah itu dengan kekuatan kita sendiri. Atau dengan kekuatan orang lain. Kalaupun kita ingat Tuhan, kita cenderung marah dan protes, mengapa kita jadi susah.

Orang bilang, hidup itu seperti roda. Baik diatas maupun dibawah, hanya satu yang patut disyukuri. Bahwa Tuhan masih sayang pada kita, sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bisa menjadi dewasa secara iman dan kepribadian, lewat pengalaman hidup yang menyenangkan dan menyedihkan.

Kalau Tuhan saja tidak pernah habis menyayangi kita, apakah kita tidak punya keinginan untuk balas menyayangi Dia? Kita hanya perlu selalu ingat Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan kita. Selalu bersandar pada Dia jika kita sedang dalam keadaan sedih, marah, putus asa, tertekan.

Orang bilang, hidup itu seperti roda. Roda yang tidak pernah protes ketika ada di bawah, dan tetap bersatu dengan bagian lainnya saat berada diatas. Karena dia selalu menyatu dengan poros roda, yang merupakan sumber kekuatannya.

Orang bilang, hidup itu seperti roda. Tidak hanya selalu berganti posisi, tapi tetap menyatu dengan sang poros yang menjadi kekuatannya. Bisakah kita bersikap seperti roda?