Ada Apa Dengan Cinta 2 – Sekedar Film Romantis atau Film Kehidupan ?

Sejak di media sosial sudah mulai promosi film ini, saya sudah punya keinginan yang sangat besar untuk nonton. Jujur, saya belum pernah nonton AADC yang pertama. Yang menjadi motivasi besar saya ingin nonton film ini ada 2 hal : pertama, karena yang menjadi tokoh sentral adalah Dian Sastro dan Nicholas Saputra. I’m not their fanatic fans, but I love them. I love their professionalism and I love their work. Kedua, saya sangat suka dengan sequel karena sequel biasanya memanjakan imajinasi kita karena ada kelanjutan dari kisah originalnya. 

Baru kemarin saya menyempatkan diri untuk nonton, di siang hari yang panas jalan menuju bioskop, sendirian karena this is my ‘me-time’.

Saya tidak akan menceritakan sinopsisnya. Saya hanya ingin berbagi efek dari film itu terhadap diri saya, yang melankolis kalau menonton film drama. 

Begitu mulai melihat opening title dengan warna khas AADC, rasanya sukma tertarik masuk dalam dunia AADC yang fenomenal itu. Adalah satu kejelian dari Mira Lesmana dan Riri Riza yang tetap mempertahankan orginalitas dari AADC yang pertama untuk hal yang sederhana, komposisi warna yang unik. 

Melihat Genk Cinta sebenarnya menyenangkan, tapi efeknya tidak seperti saat melihat Rangga. Can you imagine, the legendary Rangga, so cool and so cold seeting in NYC – hmmm, efeknya ternyata beda ya. 

Banyak yang bilang plotnya berjalan lambat. Bagi saya, tidak juga. Saya sangat menikmati kualitas akting para aktornya yang luar biasa. Natural tapi ngga lebay. Chemistrynya mantap. Belum lagi bicara soal settingnya yang indah di Jogjakarta, dengan tata pencahayaan yang ciamik yang membuat Jogjakarta menjadi kota yang unik dan eksotis. 

Filmnya bukan film drama yang tragis atau penuh dengan kesedihan. Film ini film yang romantis banget. Saking romantisnya, sampai ada beberapa scene yang membuat saya menangis sedikit. 

Melihat Cinta seperti melihat boneka princess yang terbungkus oleh kilau gemilau keindahan, bling bling dan kecantikan. Apalagi Dian Sastro yang wajahnya sangat ayu. Melihat Cinta seperti melihat gelas yang terbuat dari kaca, yang kelihatan cantik tapi sebenarnya rapuh. Melihat Cinta, saya merasa bisa ikut terhanyut dalam lautan cintanya yang begitu besar untuk Rangga. 

Melihat Rangga seperti melihat sebuah pilar yang kokoh, yang dalam kesendiriannya justru membuat wanita penasaran. Melihat Rangga rasanya melihat sosok yang mungkin hampir tidak akan pernah kita temui dalam kehidupan nyata, cintanya hanya untuk satu orang – ganteng – bahasa Inggrisnya luar biasa – penulis yang handal – puitis banget lagi. Melihat Rangga, rasanya seperti minum Coca Cola, sekali teguk terus ketagihan untuk minum sampai habis.

Mungkin karena Dian Sastro dan Nicholas Saputra yang memerankannya. Tapi lebih besar kemungkinannya karena pendalaman karakternya yang sudah kelasnya Piala Citra.

 

Belum diramu dengan kehadiran Genk Cinta dan tokoh Mamet yang kocak. Kalau analoginya dengan makanan, enaknya seperti Es Teler 77 atau es sekoteng Bandung. Manis dan cantik. Masih ditambah dengan lagu-lagu cantik dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed.

 

Setelah nonton, barulah saya mencoba melihat review di iMDB ataupun comment orang-orang di Instagram yang berkaitan dengan AADC2. Ternyata banyak juga ya yang mengumpat habis film itu. Bahkan sampai ada yang membandingkan dengan film action dari Amerika. Pada dasarnya, semua itu relatif dan menjadi hak asasi setiap orang untuk mengutamakan pendapatnya.

 

Tapi untuk saya, AADC 2 ini memiliki banyak nilai-nilai kehidupan :

1. Intelegensia dari Mira Lesmana dan Riri Riza dalam membuat sekuel ini menjadi sebuah film yang romantis tapi tidak kacangan …. Untuk film Indonesia, luar biasa. Dialognya cerdas walaupun disampaikan dalam bahasa sehari-hari : Dia itu udah kayak arsip buat gue …

2. Kualitas akting dan chemistry yang dimiliki Nicholas Saputra, Dian Sastro, Genk Cinta & Mamet … sekali lagi, luar biasa.

3. Betapa kita selama ini terlalu haus dan konsumtif dengan segala sesuatu yang berbau ‘luar negeri’ padahal di Indonesia banyak sekali tempat dan budaya yang belum pernah kita temui. Contoh yang paling nyata, baru kali ini saya tahu ada kelompok teater yang menggunakan boneka yang bernama Papermoon Puppet Theater yang sudah berkelana sampai ke luar negeri. Saat melihat scene puppet show itu, rasanya ingin menangis melihat Rangga dan Cinta dengan matanya yang berlinang, duduk berdampingan dengan seriusnya melihat pertunjukan tersebut – yang … sekali lagi untuk saya : luar biasa.

4. Friendship tidak bisa dipungkiri adalah hal yang dibutuhkan manusia, karena Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk sosial yang perlu orang lain dalam menjalani kehidupannya. Setiap orang punya cara sendiri untuk memilih teman. Namun pertemanan Cinta – Karmen – Maura – Milly – Alya (yang diceritakan sudah meninggal karena kecelakaan) menjadi sebuah angin segar dalam kehidupan saat ini dimana teknologi menguasai kita sampai kita lupa untuk membuat perjumpaan dengan orang-orang yang kita cintai, teman-teman kita. Kita merasa sah saja kalau kita menyapa lewat media sosial sampai satu saat kita bertemu muka, yang muncul adalah ‘awkward situation’ dan bukan kehangatan.

5. Untuk kesekian kalinya, Melly Goeslaw dan Anto Hoed menunjukkan talentanya yang luar biasa dalam menerjemahkan plotting film ke dalam lagu. Setiap sebuah lagu dimulai, rasanya perasaan ini seperti dicubit-cubit – bener lho, itu yang saya rasakan saat mendengar lagu-lagu dalam film ini.

6. Semoga generasi muda yang tergoda menonton film ini, bisa menyadari bahwa sebenarnya Indonesia memiliki seniman/artis yang memiliki talenta luar biasa seperti yang kita jumpai dalam film ini. Mulai dari produser, sutradara, komposer, aktor aktris dan para crew yang terlibat. Tahukah anda, bahwa lagu ‘Bimbang’ yang dulu dinyanyikan Melly Goeslaw di film AADC, sekarang sudah diturunkan dan diarasemen ulang oleh 2 putra Melly & Anto Hoed dan dinyanyikan oleh putri dari Titi DJ.

7. Believe in LOVE – cinta antara pria dan wanita, anak dan orangtua, kakak dan adik, antara sahabat. TRUE LOVE exist, Cinta Sejati itu memang ada.

8. Saya diingatkan kembali bahwa cara mengekspresikan perasaan kita lewat tulisan berbentuk surat atau puisi, adalah suatu bentuk apresiasi dan respect kita terhadap orang yang kita cintai. Bukan dari sisi romantismenya. Tapi bayangkan bahwa saat kita menulis surat, baik itu dalam bentuk email atau surat, bahkan jika kita bisa membuat puisi, kita meluangkan waktu kita, mencurahkan pikiran dan hati kita untuk mencari rangkaian kata-kata yang tepat agar orang tersebut dapat menerima pesan yang ingin kita sampaikan.

9. Film ini memanjakan imajinasi saya tentang kisah cinta klasik yang berakhir dengan happy ending. Perjalanan Rangga dan Cinta dalam film ini, sangat memukau saya. Seperti yang dikatakan oleh Dian Sastro bahwa saat dia mendengar plotting dari AADC 2 dari Mira Lesmana dan Riri Riza, sama seperti saat menonton film Whiplash (saya juga suka dan kagum dengan film ini), kesannya unik, filmnya bukan genre thriller tapi nontonnya ataupun mendengar storylinenya rasanya deg-degan. Tapi deg-degan inilah yang pada akhirnya memanjakan imajinasi saya. Yang bisa membuat saya tersenyum, menangis, tersenyum lagi dan pada akhirnya berharap saya ada di New York bersama Rangga dan Cinta.

10. Imajinasi harus dimanjakan dengan cara yang positif karena dapat memicu kita untuk menjadi kreatif. Film ini tidak harus memicu kreatifitas saya untuk ikut-ikutan membuat film, tapi bisa memancing kreatifitas saya dalam banyak hal, misalnya membuat tampilan slide yang unik, membuat sebuah event kecil yang unik untuk kelompok kecil atau bahkan kreativitas yang tumbuh untuk mengajak kedua putri saya menjelajah Jogjakarta.
So, bebaskan imajinasimu secara positif. Be creative. Seimbangkan hidup kita antara kerja dan menikmati hidup. Menikmati hidup tidak harus dengan belanja atau pergi ke luar negeri, bisa dengan cara yang sederhana – nonton film, mencintai budaya Indonesia, baca buku dan masih banyak lagi.

 

Untuk saya, menonton film ini punya dua efek yang baik. Memanjakan diri lewat imajinasi dan belajar nilai kehidupan yang sederhana tapi bermakna yang membuat saya bersyukur atas hidup ini.

Seperti yang saya sampaikan kepada dua teman saya yang juga ngefans berat dengan Rangga dan Cinta, biarpun saya sudah punya dua putri yang sudah usia remaja, komentar saya tentang ending AADC 2 (spoiler alert !!!) : Kalau yang nunggu di New York kayak Rangga (a.k.a Nicholas Saputra gitu), gua rela deh beli tiket pesawat ke New York dan tiba saat winter yang barangkali suhunya sudah seperti chicken nugget dalam freezer .. #aadc2 #timrangga #timcinta #ranggacinta #senyumrangga
Ratusan purnama berlalu

Tapi cinta tak pernah berlalu

Walau kau usir aku di hidupmu

Tapi cintaku tetap diam

– Ratusan Purnama / Melly Goeslaw & Marthino Lio
Semua perihal diciptakan sebagai batas.

Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.

Hari ini membatasi besok dan kemarin.

Besok batas hari ini dan lusa.

Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.

 

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta.

Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata.

Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang.

Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.

 

Seorang ayah membelah anak dari ibunya—dan sebaliknya.

Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan.

Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

 

Apa kabar hari ini?

Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.

-Batas / Aan Mansyur – puisi Rangga untuk Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s