Be Positive

Salam pagi semuanya. Selamat hari Senin.

Pagi ini saya ada di ruangan untuk pengurusan BPJS untuk ayah saya. Sudah ketiga kalinya. Dan saya bertemu dengan beberapa wajah yang sudah saya lihat dari sejak pertama kali saya mengantri.

Bukan soal antrian yang ingin saya bagi dengan para pembaca. Namun mengenai atmosir yang ada di ruangan tersebut.

Beberapa ibu dan bapak yang sudah mengantri dari jam 6 pagi adalah bapak ibu yang sudah cukup lanjut usia. Namun mereka sudah siap mengantri dengan wajah segar dan ceria. Tidak tampak wajah yang murung atau marah.

Sekitar jam 8 saya kembali karena loket sudah dibuka. Saya duduk di sebelah beberapa ibu-ibu yang sedang menunggu juga.

Yang menyejukkan dan menakjubkan adalah bahwa mereka bicara soal kesembuhan. Bahwa mereka tidak keberatan bolak balik, yang penting bisa sembuh. Bisa jalan-jalan seperti orang sehat. Ada yang bilang – dan menurut saya ini sangat bijaksana : sakit itu tidak enak.

Berada di ruangan dengan para pasien BPJS membuat saya merenungkan beberapa hal :

1. Program BPJS dari pemerintah ini merupakan sebuah program yang amat sangat membantu kami, masyarakat. Terutama bagi para lansia yang sudah mulai sakit-sakitan. Saya merasa sangat terbantu dengan bentuk pelayanan yang saya terima selama mengurus ayah saya. Bolak balik tidak masalah. Itu konsekuensi.

2. Sakit itu tidak enak. Itu yang selalu kita lupa. Di saat sehat, kita tidak menjaga badan kita. Di saat sakit, baru kita menyesal.

3. Pola pikir positif. Pasien yang mengantri disini adalah orang-orang yang usianya sudah tidak muda lagi. Tapi tidak ada rasa tidak sabar dalam menunggu. Mereka menghabiskan waktu dengan berkenalan dan bicara dengan pasien lainnya. Mungkin sedikit berbeda jika kita berada di ruang dimana para pasiennya menggunakan asuransi atau membayar pribadi.

Barangkali inti dari semuanya itu adalah sudut pandang positif. Segala sesuatu pasti ada sisi positifnya. Sisi positif inilah yang membuat kita kemudian menjadi ringan menjalankannya.

So be positive.